Kamis, 28 November 2013


Menyediakan Waktu untuk Tuhan
Pukul 3 sore, hari Jumat. Liz baru saja menyelesaikan pelajaran sehari penuh, dan ia bergegas kembali ke asrama untuk mengambil perlengkapan latihan renang. Setelah latihan berenang, ia menyambar sedikit makanan sebelum mempersiapkan pelajaran pendidikan agama untuk besok. Ada Pemahaman Alkitab pukul 7:30 malam, tapi ia masih jauh dari siap untuk menyampaikan pelajaran. Mungkin ia akan melewatkan Pemahaman Alkitab malam ini...

Sekarang sudah tengah malam, dan Liz sudah menyelesaikan persiapan untuk pelajaran besok, tapi ia melewatkan Pemahaman Alkitab karenanya. Kelelahan, ia berlutut, menggumamkan beberapa patah ucapan syukur, dan memanjat ke tempat tidur. Ia melihat Alkitabnya tergeletak di meja, dan memutuskan akan membacanya besok. Lagipula, ini hari Sabat, dan ia akan menghabiskan hampir sepanjang hari di gereja.

Berapa banyak di antara kita yang merasa terhubung dengan situasi seperti ini? Sering kali, kita merasa bahwa waktu sehari tidak cukup untuk melakukan segala sesuatu. Waktu - adalah sesuatu yang kita hargai, sesuatu yang kita harap dapat memilikinya lebih banyak, tapi tampaknya begitu cepat meluncur dari jari-jari kita.

Sebagai pelajar, kita sering dibebani dengan begitu banyak pekerjaan sehingga kita cenderung melewatkan hal-hal yang penting bagi diri kita: Tuhan dan iman kita. Berapa kali sudah kita mengesampingkan Tuhan karena jadwal kita yang sibuk? Berapa kali sudah kita melewatkan kebaktian karena kita harus menulis makalah? Berapa kali sudah kita bergegas ke sekolah tanpa mengucap syukur terlebih dulu kepada Tuhan atas satu hari lagi hidup kita dan hanya menggumamkan beberapa patah ucapan syukur beberapa detik sebelum melompat ke tempat tidur?

Kalau kita mengikuti gaya hidup yang sibuk dan hingar-bingar semacam ini, tidak aneh kalau Tuhan sering ditinggalkan. Kita punya kuliah yang harus dihadiri, makalah yang harus ditulis, dan ujian yang harus ditempuh. Bagaimana kita bisa melakukan semuanya dan menemukan waktu untuk Tuhan dalam kehidupan kita yang sibuk?

Artikel ini akan menyampaikan pentingnya menyediakan waktu untuk Tuhan, bagaimana melakukannya, dan hasil dari menyediakan waktu untuk Tuhan.


MENGAPA MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK TUHAN?

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya." (Pkh. 3:1)

Menurut kata-kata Raja Salomo yang bijaksana, ada waktu untuk segala sesuatu: waktu untuk belajar dan waktu untuk bermain, waktu untuk mempelajari pengetahuan duniawi dan waktu untuk memperoleh hikmat rohani. Tapi terserah pada kita untuk mengatur waktunya, untuk menggunakan waktu kita dengan bijak dan membaktikan sebagian darinya untuk Tuhan.

Bayangkan bahwa, minggu demi minggu datang dan pergi, hari-hari kita dimulai dari pukul 8 pagi dan berakhir pada pukul 12 malam, tanpa waktu untuk berbicara kepada Tuhan kecuali selama beberapa detik sebelum tidur. Akan seperti apa iman dan hubungan kita dengan Tuhan? Kemungkinan besar akan lemah, atau tidak ada. Sama seperti hubungan lainnya, kita harus menghabiskan waktu bersama Tuhan untuk mengembangkan hubungan yang lebih dekat dan pribadi dengan-Nya.

Selain itu, menyisihkan waktu untuk Tuhan membuat kita tetap melihat apa yang penting - tujuan akhir kita, kerajaan surga. Iman kita berdampak langsung terhadap dapat atau tidaknya kita masuk ke surga - dan ini jelas adalah sesuatu yang layak kita beri waktu. Menghabiskan waktu bersama Tuhan bukan hanya berdampak pada tujuan akhir kita, tetapi juga membuat perbedaan besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Puisi berjudul "Perbedaan" berikut ini menggambarkan betapa pentingnya bagi kita untuk datang ke hadirat Tuhan setiap hari untuk memperoleh kekuatan dan kedamaian dari Dia. Semakin sibuk dan semakin banyak tugas kita, semakin penting berdoa kepada Tuhan.

Aku bangun pagi-pagi suatu pagi,
Dan tergesa-gesa sepanjang hari;
Begitu banyak yang harus kutunaikan,
Tak ada waktu doa bisa kusediakan.

Masalah bergulung-gulung menimpaku,
Dan setiap tugas semakin berat terasa;
"Mengapa Tuhan tidak menolongku?" tanyaku,
Jawab-Nya, "Kau tidak minta."

Ku ingin melihat sukacita dan keindahan,
Tapi hari merambat kelabu dan suram;
Aku heran kenapa Tuhan tak mau memberi,
Kata-Nya, "Tapi kau tak mencari."

Ku coba masuk ke hadirat Tuhan,
Ku coba semua kunci pembuka pintu;
Lembut dan penuh kasih Tuhan menegur,
"Anak-Ku, kau tidak mengetuk."

Aku bangun pagi-pagi hari ini,
Dan jeda sebelum memulai hari;
Begitu banyak yang harus kutunaikan,
Maka waktu doa harus kusediakan.


BAGAIMANA MENJADWALKAN TUHAN DALAM KEHIDUPAN KITA
Membuat Janji dengan Tuhan

Cara yang baik untuk menempatkan Tuhan dalam kehidupan kita adalah dengan membuat janji dengan-Nya setiap hari. Kita harus menelaah kehidupan kita dan menentukan kapan waktu terbaik bagi kita untuk berkomunikasi dengan-Nya dan merenungkan firman-Nya. Bagi Raja Daud, yang terbaik adalah pagi hari dan malam hari:

Ya Allah, Engkaulah Allahku,
[pagi-pagi] aku mencari Engkau...
(Mzm. 63:2)

Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku,

merenungkan Engkau sepanjang kawal malam.
(Mzm. 63:7)


Di pagi hari, sebelum memulai hari yang sibuk, kita dapat bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi kita hidup satu hari lagi, memohon pimpinan dan perlindungan-Nya, dan memohon pertolongan-Nya agar menjadikan hari itu hari yang penuh makna dan dikenan Tuhan. Di malam hari, sebelum tidur, kita dapat meninjau hari kita bersama Tuhan, bersyukur atas pimpinan dan perlindungan yang Ia berikan, dan merenungkan perkara-perkara yang kita hadapi sepanjang hari.

Persembahkan Waktu yang Terbaik dari Hari Anda

Bagi beberapa orang, pertemuan dengan Tuhan di pagi dan malam hari mungkin tidak berhasil. Pagi hari mungkin terlalu awal - kita lelah dan kesal, dan sungguh sulit berlutut berdoa. Pada malam hari, kita mungkin terlalu lelah setelah bekerja sehari penuh, dan yang kita inginkan cuma merangkak ke tempat tidur.

Kita harus memilih waktu ketika kita tidak terlalu lelah dan ketika pikiran kita jernih untuk mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya. Sama seperti Habel mempersembahkan ternaknya yang terbaik kepada Tuhan, kita harus mempersembahkan waktu yang terbaik dari hari kita kepada Tuhan.

Akhirnya saya berhasil menemukan rutinitas terbaik bagi diri saya pada tahun kedua saya di universitas. Walaupun pada pagi dan malam hari saya tetap berdoa, itu biasanya doa-doa pendek. Saya merasa bahwa saya harus menemukan waktu yang lebih baik untuk berdoa dengan khusyuk dan merenungkan firman Allah.

Saya mendapati bahwa waktu terbaik bagi saya adalah sekitar pukul 8 malam. Saya sudah belajar dan makan malam, maka itulah waktu untuk Tuhan. Sekalipun saya sedang mengerjakan makalah, saya akan meninggalkan semuanya dan memberikan satu jam untuk Tuhan. Selama waktu itu, saya akan menyanyikan pujian, membaca Alkitab, dan kemudian mengakhirinya dengan doa. Itu adalah waktu yang dihabiskan dengan baik, dan saya sungguh-sungguh menghargainya.


HASIL DARI MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK TUHAN

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Mat. 6:33)

Begitu kita mendahulukan Tuhan, kita akan mengalami perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan kita. Saya memperhatikan bahwa ketika saya menyediakan waktu untuk Tuhan dengan menjadwalkan satu periode bersama-Nya setiap malam, saya selalu menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang lebih singkat. Saya akan sering mendapat ilham dari-Nya ketika sedang buntu pada suatu makalah.

Terlebih lagi, waktu yang saya sediakan untuk Tuhan juga menjadi pereda stres bagi saya. Karena pada jam itu, saya akan melupakan pelajaran-pelajaran saya dan berkonsentrasi pada Tuhan. Herannya, semasa hari-hari paling menekan, lirik-lirik suatu pujian atau ayat Alkitab akan selalu menjamah saya dan mengangkat beban saya. Saya benar-benar merasakan damai dan sukacita yang luar biasa di dalam hati selama masa-masa itu. Selama tahun terakhir di universitas, setiap kali saya kewalahan dengan pekerjaan, Tuhan memberi saya akal sehat yang saya perlukan.

Yesus menasihati kita dalam Matius 11:28-30:

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Saya mendorong Anda untuk mencobanya, bahkan jika Anda hanya bisa memberikan dua puluh menit. Gunakan waktu itu untuk merenungkan firman-Nya dan untuk memberitahu Dia betapa menekannya hari yang Anda hadapi. Anda pasti akan merasakan perbedaan dalam kehidupan Anda. Selama kita mendahulukan Tuhan dalam kehidupan kita, kita benar-benar tak perlu kuatir tentang apa pun – segalanya akan berjalan lancar.

Dunia di sekitar kita selalu berusaha memperkenalkan cara-cara baru untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih cepat – dari makanan cepat saji sampai instant messaging. Dalam masyarakat yang serba cepat seperti ini, mencari Tuhan tampaknya merupakan hal terakhir dalam benak kita. Tetapi, menyediakan waktu untuk Tuhan bisa berarti perbedaan antara menjadi seorang pelajar yang tertekan dan tergopoh-gopoh dengan menjadi seorang pelajar Kristen yang berhasil dan penuh kedamaian. Pilihan dan waktu ada di tangan Anda.

Senin, 18 November 2013

You inspired me..thankss ;)


Aku bersyukur pada Tuhan karena sudah mengenalnya, bnyak hal yg positif yg q dapatkan
berawal dari terispirasi dengan kepribadiannya, hingga akhirnya ku pendam perasaan ini dan menceritakan isi hati ku pada Tuhan, tiap hari aq mendoakan semuanya itu, tapi semakin lama aku ragu mungkin hanya perasaan saja dan gak mungkin..(mulai pesimis) hingga akhirnya aq mengabaikan itu semua dan berkata kepada Tuhan, cukup lah Tuhan sampai disini saja, q akhiri semua cinta terpendam q dan biarkan aku berjalan dengan kebebasan ku bersama Mu Tuhan.
2 tahun sudah aq mengabaikan dia walaupun aq sering melihatnya di kampus, walau demikian aq sering melihatnya dari kejauhan, dari dunia maya, aq masih tetap terinspirasi dengan nya, aku banyak belajar dari dia, ku coba aktif dalam pelayanan hingga menjadi pengurus inti di suatu organisasi itu semua berawal karena aku terinspirasi dari dia, dan aq mau masa muda q masa yg penuh berpengharapan dan selalu mengandalkan Tuhan, yah seperti dia..tapi dia sama sekali tidak tau, hanya aku dan Tuhan saja yang tau, dan kini ku harap dia tau melalui tulisan ini.
dulu aku pernah berdoa, Tuhan aku ingin seperti dia, masa muda nya yg penuh dengan pelayanan dan juga di dukung oleh kluarga nya, termasuk ayah nya seorang pendeta, dia juga memiliki talenta yaitu dalam musik, wawasan nya mengenai firman Tuhan juga luas, aq ingin sekali berdiskusi dengannya, mungkin karena ayahnya seorang pendeta, bahkan aq sendiri berkhayal dan berharap semoga mertua ku nantinya seorang pendeta supaya aku bisa belajar dan mmbawa kluarga ku semakin dekat dgn Tuhan dn kluarga yg beriman yg selalu mengandalkan Tuhan Yesus, amin...
pernah juga aku berkhayal ketika dia sedang memainkan gitar, "seandainya dia mau memainkan gitar ketika aku bernyanyi, wah btapa bahagia nya hidup ku, tapi kapan ??? ditambah lagi suara ku fals, hahahha kok berkhayal aja aq ya??? walaupun demikian aq mendoakannya karena itu adalah salah satu mimpi2 masa muda ku dan mungkin Tuhan tersenyum lihat tingkah ku hahhhaahaha
sekarang baru aku sadari, ternyata  yang terabaikan muncul, ini bukan ku rencana kan sama sekali dan aku pun bingung kenapa sesuatu yang ku impikan mengenai dia dulu baru sekarang muncul, hanya karena kepanitaan kami bisa bersama lagi selama acara yg kami buat dari organisasi, bahkan saat itu aku sedang bernyanyi dan dia menggitari lagu yg kunyanyikan,q nyanyikan dengan penuh penghayatan, pingin nangis tapi lucu rasanya, akhirnya terwujud juga impian ku itu, mungkin untuk kalian itu hal biasa tapi bagi ku itu adalah hal luar biasa dan istimewa dalam hidupku, akhirnya salah satu impian ku di wujudkan oleh orang yang membuatku terinspirasi, terimakasih Tuhan..
 akhirnya aku beranikan juga bertanya mengenai firman Tuhan padanya, banyak lah perubahan positif yang kudapat, karena belajar dari dia aku menjadi sering rindu pda Tuhan karena ku sadari ternyata banyak yang telah kutinggalkan dari Dia, berharap aku masih punya waktu untuk kembali memuji Tuhan
kalau mengenai cinta yg terpendam??? aku gak memikirkan itu lagi, karena aku mau biarlah aku di pilih oleh orang yang mencintai ku dan biar kehendak Tuhan yang terjadi, walau aq berharap dia, berharap dia yg menjadi pemimpin dan yg akan mmbawa kluarga ku ke surga nantinya, tapi aku berdoa kehendak Tuhan yang terjadi, dan aku berharap selagi kami masih muda, aku mau kami sama2 menjalaninya dekat dengan Tuhan, supaya Tuhan dipermuliakan,
aku berdoa supaya relasi kami tetap bertahan utuh dan saling menjalin kasih satu sama lain, Tuhan tau apa isi hati kami, berkati masa depan kami masing2 ya Tuhan, jadikan kami jadi alat mu
"diberkati untuk memberkati"
terimakasih Tuhan buat rencana indahMu
terimaksih buatmu juga yang sudah banyak memberi ku inspirasi
termuliakan lah Tuhan, amin




I2


Minggu, 17 November 2013



Puasa  Orang Kristen Berdasarkan Alkitab
Alkitab tidak memerintahkan orang-orang Kristen untuk berpuasa. Puasa bukanlah sesuatu yang dituntut atau diminta Allah dari orang-orang Kristen. Pada saat yang sama, Alkitab memperkenalkan puasa sebagai sesuatu yang baik, berguna dan perlu dilakukan. Kitab Kisah Rasul mencatat tentang orang-orang percaya yang berpuasa sebelum mereka mengambil keputusan-keputusan penting (Kisah Rasul 13:4; 14:23). Doa dan puasa sering dihubungkan bersama (Lukas 2:37; 5:33). Terlalu sering fokus dari puasa adalah tidak makan. Seharusnya tujuan dari puasa adalah melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan berpusat pada Tuhan. Puasa adalah cara untuk mendemonstrasikan kepada Tuhan, dan kepada diri sendiri, bahwa Anda serius dalam hubungan Anda dengan Tuhan. Puasa menolong Anda untuk memperoleh perspektif baru dan memperbaharui ketergantungan pada Tuhan.
Pada hakekatnya, tujuan utama yang hendak dicapai dengan berpuasa adalah Kerendahan Hati.

Sekalipun di dalam Alkitab puasa selalu berhubungan dengan tidak makan, ada cara-cara lain untuk berpuasa. Apapun yang dapat Anda tinggalkan untuk sementara demi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan dengan cara yang lebih baik dapat dianggap sebagai puasa (1 Korintus 7:1-5). Puasa perlu dibatasi waktunya, khususnya puasa makanan. Tidak makan dalam jangka waktu yang panjang dapat merusak tubuh. Puasa bukan untuk menghukum tubuh Anda, tapi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan. Puasa tidak boleh dianggap sebagai salah satu “metode diet.” Jangan berpuasa untuk menghilangkan berat badan, tapi untuk memperoleh persekutuan yang lebih dalam dengan Allah. Benar, siapa saja bisa berpuasa. Ada orang-orang yang tidak bisa puasa makan (penderita diabetes misalnya), tapi setiap orang dapat untuk sementara meninggalkan sesuatu demi untuk memfokuskan diri pada Tuhan.
Kitab Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.


Dengan mengalihkan mata dari hal-hal dunia ini, kita dapat memusatkan diri pada Kristus dengan lebih baik. Puasa bukanlah cara untuk membuat Tuhan melakukan apa yang kita inginkan. Puasa mengubah kita, bukan Tuhan. Puasa bukanlah cara untuk kelihatan lebih rohani dibanding orang lain. Puasa harus dilakukan dalam kerendahan hati dan dengan penuh sukacita. Matius 6:16-18 mengatakan, “"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

I. JENIS-JENIS PUASA:
(1).    Puasa Supernatural.
Puasa jenis ini tidak usah ditiru oleh jemaat Tuhan hari ini, karena Allah sendiri yang berinisiatif memberi kekuatan kepada mereka dan mempu bertahan. Puasa ini hanya terdapat 3 kali dalam Alkitab yang dilakukan oleh Nabi Musa dan Nabi Elia. Mengapa disebut Puasa Supernatural? Karena selama 40 hari 40 malam mereka tidak makan dan minum sama sekali.
( Ulangan 9:9, 15-18  dan  I Raja-raja 19;8 ).

Kitab Ulangan 9: 9, 15, 16,17,18 (ttg Puasanya Nabi Musa)
Setelah aku mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum.
Setelah itu berpalinglah aku, lalu turun dari gunung yang sedang menyala itu dengan kedua loh perjanjian di kedua tanganku.
Lalu aku menyaksikan, bahwa sesungguhnya kamu telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu: kamu telah membuat suatu anak lembu tuangan, kamu telah segera menyimpang dari jalan yang diperintahkan TUHAN kepadamu.
Maka kupeganglah kuat-kuat kedua loh itu, kulemparkan dari kedua tanganku, kupecahkan di depan matamu.
Sesudah itu aku sujud di hadapan TUHAN, empat puluh hari empat puluh malam lamanya, seperti yang pertama kali — roti tidak kumakan dan air tidak kuminum — karena segala dosa yang telah kamu perbuat, yakni kamu melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya.

Kitab 1 Raja-raja 19: 5, 6, 7, 8 (ttg Puasa nya Nabi Elia)
Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”
Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”
Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

(2).       Puasa Total.
Puasa Total artinya tidak makan dan minum sama sekali (KPR 9: 8,9 ; Ester 4: 16). Dianjurkan kalau mau dilakukan jangan lebih dari tiga hari atau 72 jam. Karena dapat membahayakan kesehatan.
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

(3).      Puasa Normal.
Semata-mata adalah berpantang terhadap makanan sama sekali. Air masih tetap diminum, khususnya minum air putih saja. (Luk 4: 1-2 ;  2Kor 6:4)

(4).   Puasa Terbatas (Partial)
Puasa terbatas artinya berpantang terhadap makanan tertentu (Daniel 1:8)
Kesimpulannya adalah, saudara dapat memilih salah satu (dari No 2, 3 atau 4), karena intinya Tuhan mendengarkan do’a serta memperhatikan hakekat puasa kita, bukan makanan yang tidak kita makan, tetapi sikap hati dan tujuan kita melakukannya. (Lihat Roma 14:17)
Kitab Roma 14:17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

II.    JAM PUASA
Pada dasarnya tidak ada aturan yang baku, tetapi petunjuk dibawah ini sekedar menolong:
  • Dari jam 18.00 wib s/d jam 12.00 Wib besoknya ( ± 18 Jam )
  • Dari jam 06.00 wib s/d jam 15.00 Wib atau 18.00 Wib ( ± 9 atau 12 Jam)
  • Lainnya tinggal saudara pilih hendak berapa jam
Beberapa hal berkaitan dengan PUASA:
  1. Selama puasa berlangsung, saudara harus menyisihkan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan, memuji dan bersyukur serta berdo’a. (Pokok Do’a tergantung tujuan yang saudara ingin capai dan terlibat).
  2. Untuk Pemula, Sebaiknya jangan melakukan Puasa dalam jangka waktu yang terlalu lama, supaya terbiasa dulu.
  3. Biasanya waktu memulai akan mengalami kondisi fisik kurang enak, seperti mual dan pusing. Itu gejala wajar, teruskan Puasa sesuai dengan motivasi saudara. Ingat, Puasa Total jangan lebih dari 3 hari (72 Jam).
  4. Mengakhiri Puasa harus dengan hati-hati, jangan makan terlalu banyak, karena akan menimbulkan gangguan pencernaan. Makan makanan yang mudah dicerna, buah-buahan segar serta minuman yang dapat memperlancar pencernaan.
  5. Penting: Setelah kita berhasil menjalani serta mengalami kemenangan rohani setelah berpuasa, berhati-hatilah supaya kita tetap dapat berdiri tegak dalam kuasa Allah, tidak jatuh dalam pencobaan dan kesombongan rohani.
 
Jadi berpuasalah kami dan memohon hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.
Ezra 8 :23

============================================================================